"Two roads diverged in a wood, and I, I took the one less traveled by, And that has made all the difference" - Robert Frost

October 11, 2011

The Beaver

nah! sudah satu bulan lebih aku pingin nge-review film ini, akhirnya kesampean juga.




film ini dimainkan oleh aktor dan aktris kawakan, Jodie Foster dan Mel Gibson. so here we go.

Walter Black, seseorang yang dulu menjadi pengusaha boneka dan juga kepala keluarga, yang sekarang menderita depresi akibat kegagalannya dalam membangun karir. depresi yang dialaminya sangat hebat.

suatu malam, Walter mabuk dan menginap di sebuah motel. di motel itu dia mencoba untuk bunuh diri, namun tak berhasil. tak disangka, Walter diselamatkan nyawanya oleh seekor berang-berang (sebenarnya boneka buatannya sendiri). akhirnya, hari demi hari dilewati Walter dengan berbicara kepada boneka berang-berang itu (yang sebenarnya dia berbicara sendiri). awalnya keluarganya merasa aneh, terutama anak pertamanya. tetapi lama-lama istrinya mulai nyaman kepadanya.

Walter selalu menyarungkan si Beaver di tangannya. selama itu pula kehidupannya berangsur angsur membaik. perusahaannya dapat berjalan lancar kembali, hubungannya dengan istri dan anak keduanya pun lancar. hanya anak pertamanya yang tidak mau berhubungan sama sekali dengan Walter.

tapi, keadaan seperti ini hanya berlangsung sementara. personality disorder yang menyerang Walter ini mulai mengganas. Walter mulai takut dengan si berang-berang yang selalu menghantui dan memimpin pemikirannya (walaupun memang sebenarnya itu Walter sendiri). istrinya, yang mulai merasa kesal lagi pada Walter, memutuskan untuk pindah bersama dengan anak-anaknya karena merasa Walter sudah semakin sakit.

sendirian di rumah, Walter berperang dengan dirinya sendiri. saat malam, Walter mencoba menelepon istrinya, tapi Walter ditakut-takuti lagi oleh Beaver. sampai Walter berniat untuk mem'pensiun'kan Beaver. Walter pun membuat kotak kayu sebagai peti mati Beaver. tapi usahanya tak berhasil. Walter pun bergulat dengan Beaver hingga kepalanya terluka. sia-sia. akhirnya Walter yang frustasi mencoba cara paling ekstrim, dengan menyodorkan tangannya yang bersarungkan Beaver ke mesin gergaji.

anak pertamanya yang kemudian menjemput ayahnya karena diminta oleh ibunya segera melarikan Walter ke rumah sakit. yaah, ending sudah dapat ditebak. Walter dirawat di rumah sakit untuk pengobatan tangan dan jiwanya. perusahaan miliknya diserahkan kepada wakilnya yang memang lebih siap, dan keluarganya pun bersatu kembali.

















menurutku, film ini bagus dari isinya. yeah, menemukan ide film seperti ini gak gampang, lho. berbobot sekali dan pesannya nyampek.

sekian :)

No comments:

Post a Comment